Laut Ujung Senja: Bab I (Janji Pelaut, Janji Abadi)

11:51 AM Lovely Bunny 001 0 Comments



C:\Documents and Settings\Netti Seah\My Documents\My Pictures\images-3.jpeg
JANJI PELAUT, JANJI ABADI
Dulunya wilayah geografis dan konstitusional kemaritiman Negara Indonesia tidak memiliki garis yang padu. Meskipun jika ditilik secara geografis hampir 81% lebih luas wilayah Indonesia adalah lautan tetapi nyatanya pada masa itu tidak sepenuhnya wilayah lautan yang mengelilingi daratan Indonesia adalah milik negara ini. Sejak jaman peraturan hukum kemaritiman Indonesia masih mengacu kepada Ordonansi Hindia Belanda tahun 1939, Indonesia adalah pulau-pulau yang terpisahkan oleh lautan dan setiap pulau tersebut hanya memiliki wilayah teritorial sejauh 3 mil dari garis pantai. Kapal asing bebas untuk berlalu lalang masuk ke perairan Indonesia baik untuk tujuan sekedar jalur transportasi, perdagangan atau menangkap sumber daya ikan.
30 tahun kemudian Undang-undang tersebut diperbaharui karena dinilai dari berbagai aspek sangat tidak menguntungkan. TNI Angkatan Laut Republik Indonesia mendapatkan tantangan baru dalam menjaga kestabilan keamanan lautan Indonesia. Aku, bangga menjadi salah satu diantara sekian juta prajurit yang berperan penting dalam mengemban tugas mengamankan perairan Indonesia dari adanya pihak-pihak asing maupun yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengganggu kedaulatan NKRI.
Jadi, disinilah aku berdiri sekarang. Di blok laut perbatasan Negara Indonesia dan Malaysia yang sudah dipersengketakan sejak tahun 1976. Di antara batas laut yang memisahkan tiga pulau mutiara yang pernah menjadi rebutan dua negara yang pernah bersaudara ini.
Sayangnya setelah sengketa berkepanjangan itu, pada tahun 2002 kita harus dengan rela melepaskan dua kakak bersaudara Sipada-Ligitan ke tangan Malaysia. Karena pada perundingan di Mahkamah Internasional Indonesia kalah telak melawan 15 hakim yang menyetujui bahwa kedua pulau tersebut di mandatkan kepada Malaysia. Dengan alasan yang jelas dapat kumengerti mengapa, setelah melihat dengan mata kepalaku sendiri lalu merenungi.
Bagaimanapun, Indonesia dengan luas 3,25 juta kilometer lautan ini masih memiliki banyak lagi pulau-pulau di wilayah perbatasan yang membutuhkan pengawasan dan perlindungan agar tak terulang lagi kejadian yang sama. Kupikir sebuah negara yang besar takkan menjadi seperti anak kecil yang merengek berebut mainan tapi sebelumnya ia tak pernah berpikir menghiraukan mainan tersebut. Jadi, inilah tugas kami. Menjaga harta-harta negara yang berharga dari tangan dan perbuatan orang-orang tak bertanggung jawab untuk merebut ataupun mengambil apa yang bukan menjadi milik seharusnya.
Kebanggaan dan rasa patriotik ini terbayar mahal dengan merelakan tak dapat banyak menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang kusayangi. Keluarga, sahabat dan kekasih. Yang selalu merengut setiap aku mulai berangkat melaut lagi, yang selalu kujanjikan aku akan pulang secepatnya pada sebuah senja yang cantik.

Ditengah menikmati semilir angin laut dan pantai yang menakjubkan ini, sekonyong-konyong muncul wajah kekasihku yang sedang tersenyum sambil wajahnya disapu angin semilir melewati pipi yang merona itu, dia tersipu. Lalu aku teringat pada Cintaku Jauh Di Pulau-nya  si Chairil Anwar. Kalau aku mati, kekasihku mati iseng sendiri. Oh! Kekasih senjaku.

You Might Also Like

0 komentar: