Surat Untuk Ayah Mertua.

10:53 PM Lovely Bunny 001 0 Comments

Hai Ayah,

Malam ini aku tak bisa tidur, seperti malam-malam sebelumnya. Ntah aku tak punya ide untuk tiba-tiba ingin mengirimkan surat untukmu. Aku ingin bicara padamu dan menyampaikan banyak hal yang belum dapat kukatakan langsung. Mungkin karena Allah masih belum memberikan kesempatan untuk kita dapat bertemu pada satu hari yang cerah.

Semoga Ayah baik-baik saja dan sehat selalu disana. Tidak, Ayah belum kenal denganku. Tapi nanti kita akan berkenalan, lalu aku akan ada di setiap pagimu untuk membuatmu selalu tersenyum bahagia. Tahukah, aku bahkan belum pernah menatap wajahmu. Tapi aku sudah pandai merindukanmu, seperti aku merindukan Bapak. Dan Ayah pasti adalah orang yang baik, sama seperti anak ayah. Kalian adalah laki-laki yang baik.

Apakah Ayah akan menyayangiku waktu nanti aku punya kesempatan untuk membahagiakanmu? Karena aku tak punya cita-cita lain selain membuat orang-orang disekitarku percaya kembali bahwa perasaan sayang dapat menyelamatkan jiwa manusia yang rapuh. Ayah, aku tak cantik. Dan aku adalah pemalu yang keras kepala. Tapi untuk Ayah, aku akan belajar mendengarkan banyak hal yang belum kuketahui, dan aku akan bertanya apakah Ayah mau aku untuk menemani Ayah jika semua orang tak dapat mengerti.


Ayah, aku adalah anak perempuan aneh yang suka berpetualang. Karena Bapak-ku juga adalah seorang petualang.Aku belum terlalu pandai memasak, tapi akan kumasakkan makanan yang sehat untuk Ayah. Mengingatkan Ayah untuk minum obat dan tidur tepat waktu. Aku akan tinggal dan menjaga Ayah agar tak lelah memikirkan hidup dan menjadi pendengar yang baik ketika Ayah merasa kesepian. Jika Ayah mengijinkan, aku akan memperbaiki Qiraah Qur'an-ku untuk memperdengarkan Ayah ayat-ayat kitab Al Quran agar Ayah merasa lebih tenang.

Ayah, tolong jangan ijinkan anak Ayah mencintai perempuan yang lainnya. Katakan padanya bahwa aku mencintai dan menyayanginya dengan kata yang bisa kuucapkan dengan sempurna. Aku mungkin sering menyusahkan hatinya, tapi tolong katakan padanya bahwa hanya aku yang paling mengerti apa yang ia inginkan. Ayah, aku selalu menyayanginya sampai kapanpun, tapi aku ingin anak Ayah untuk selalu jujur padaku. Bukankah cinta yang baik adalah mengikhlaskan dan yakin pada yang memiliki hati?

Sehatlah selalu Ayah, aku ingin punya waktu untuk mendengar banyak hal darimu. Kali ini aku punya firasat, meskipun firasatku tak selalu kuat. Tapi aku yakin anak Ayah-lah yang akan menjadi Imam-ku ketika shalat nanti. Meskipun aku tak banyak berharap karena sudah kuikhlaskan semua jalannya kepada Allah yang menggenggam hatinya. Nanti, ketika ia sudah diridhlai Allah untukku, maka aku akan bertemu Ayah. Yang akan mencium keningku sebagai ucapan selamat datang untuk menjadi anak gadis kedua dirumahmu.


Salam terkasih,



Menantu di masa depan.

You Might Also Like

0 komentar: