Suatu Pagi Yang Damai dan Senja Hangat Di Masa Depan: Futuristik Imaji Dari Gadis Petualang Tukang Kabur

10:21 AM Lovely Bunny 001 0 Comments




Pagi yang damai ditemani suara ombak laut, air yang mengalir melewati celah batu sungai dan suara kicauan burung-burung cockatoo, manakin, toraco dan tanager. Suara daun-daun ditepi sungai yang terseret arus dan suara nyiur yang tersibak angin pantai. Lalu suara piano dan flute bercampur dengan riuh jalanan di hari libur adalah kombinasi unik dan aneh seperti yang saya lakukan setiap hari, menjadi orang aneh! Dan jangan tanyakan saya sedang dimana ...

Apakah pagi ini kau sudah tersenyum? Tersenyumlah, karena aku sangat suka kau tersenyum. Laki-laki yang ntah dimanapun engkau berada, aku tak pernah tahu mana diantara mimpi-mimpiku pada malam sebelumnya adalah isyarat dari Tuhan bahwa kau masuk kedalamnya. Tapi tersenyumlah, meskipun aku tak tau mana diantara senyuman itu yang akan menjadi penenang sepanjang sisa hidupku. Tersenyumlah, karena dengan tersenyum berarti kau baik-baik saja disana. Nanti Tuhan akan mempertemukan kita. Untuk bisa menikmati 1 hari yang cerah bersama-sama.

Saya sedang menikmati akhir tahun yang banyak de javu, kejadian yang terulang seperti sebelumnya dan saya tahu akan kemana arahnya. Atmosfer, cuaca dan pertemuan dan pembicaraan dengan orang-orang yang sama hampir pada masa yang sama di hari yang berbeda di masa lalu. Tahun ini terasa cepat sekali, mungkin karena saya tidak merasa terlalu sedih seperti tahun kemarin atau mungkin juga karena tahun ini saya lebih berusaha untuk mengikhlaskan semua dan belajar bahwa cinta itu milik Tuhan. Tuhan lah yang akan mengambilnya juga.

Dalam nama Tuhan manapun yang saya percaya, percayalah bahwa saya memiliki Tuhan didalam jiwa saya.

Kemarin ketika membuka jejaring sosial paling lawas yang pernah saya punya, kebetulan seorang teman menulis wacana tentang pemikirannya mengenai jodoh. Dituliskannya bahwa orang yang menemukan jodohnya lebih dulu itu mendapatkan rejeki, rejeki untuk lebih dulu bahagia menikmati hidup bersama dengan kehalalan yang diridhoi Tuhan. Dan orang yang lambat menemukan jodohnya pun mendapatkan rejeki yang sama, membahagiakan kedua orang tuanya sambil menunggu jodohnya datang. Pertanyaan praktis dari saya, kedua orang tua saya sudah bahagia, tetapi mereka menginginkan agar saya melengkapi kebahagian mereka. Apakah makna bahagia benar-benar hanya diri kita sendiri yang dapat menciptakannya?

Saya sudah merasa setengah gila disini, dan secepatnya ingin pergi. Mencari ditempat lain, karena dengan kemungkinan semakin banyak bertemu orang asing dan membuka hidup untuk orang-orang baru memberikan posibilitas untuk menemukan dia lebih cepat. Mungkin menjadi teman berbagi di awal juga tidak masalah, lalu selanjutnya kami akan saling bertukar cerita dan semakin saling mengerti. Pergi ketempat asing dan menjadi asing dengan diri sendiri. Saya juga ingin mencoba banyak hal-hal baru dan belajar lebih baik lagi sebelum akhirnya saya menceritakan dan membagikan apa yang telah saya pelajari kepada yang lainnya di masa depan.

Lalu scene nya pun berubah ke suatu beranda teduh di teras rumah, dengan angin sore yang sejuk dan matahari hangat. Tempat dimana akhirnya saya tidak lagi menulis tetapi lebih kepada banyak mendengar dan memahami cerita. Dan menyaksikan seorang anak kecil yang masih tahu bermain sepeda daripada asik dengan alat komunikasi elektronik canggih. Hujan baru saja selesai turun, rumput-rumput yang menutupi sepanjang halaman depan agak basah sedikit licin. Baunya semakin segar ketika digerus roda-roda kecil sepeda yang berputar meliuk-liuk. Suara tawanya dan ibu bapaknya yang saling berkejaran mengawasi ia dengan lajunya mengayuh sepeda. Mereka semua tergelak tertawa, melambai kesini. Saya tersenyum simpul, dia duduk diseberang meja sambil menikmati kopi tawar dan senyumnya indah sekali sambil setengah berteriak kepada mereka untuk menghampiri. Wajahnya dan senyumnya seperti senja hangat di hari itu. Dunia kecil kami, akan jadi lebih baik dari dunia kecil yang Bapak pernah ajarkan dan contohkan kepada saya. 

You Might Also Like

0 komentar: