Chairil Anwar In Love & Broken : Curating Language In Poems and Poets

11:12 AM Lovely Bunny 001 0 Comments

PUNCAK

Pondering, pondering on you, dear…

Minggu pagi di sini. Kederasan ramai kota yang
terbawa
tambah penjoal dalam diri – diputar
atau memutar –
terasa tertekan; kita berbaring bulat telanjang
Sehabis apa terucap di kelam tadi, kita habis kata
sekarang.
Berada 2000 m. jauh dari muka laut, silang siur
pelabuhan,
jadi terserah pada perbandingan dengan
cemara bersih hijau, kali yang bersih hijau

Maka cintaku sayang, kucoba menjabat tanganmu
mendekap wajahmu yang asing, meraih bibirmu di
balik rupa.
Kau terlompat dari ranjang, lari ke tingkap yang
masih mengandung kabut, dan kau lihat di sana,
bahwa antara
cemara bersih hijau dan kali gunung bersih hijau
mengembang juga tanya dulu, tanya lama, tanya.

1948


Hey there, siang kamis manis buat yang lagi kasmaran. Duh duh duh, hari ini penulisnya lagi nggak baperan! jadi doi bisa konsen nulis. Jujur, dari puisi ini, yang saya suka cuma kalimat pondering, pondering on you dear setelah itu, wassalam. Hahaha isn't it not fun at all? Tapi emang saya nggak pernah berusaha mendalami makna dari puisi ini sebelumnya, terakhir pernah liat di buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 SMU. Waktu itu pelajaran kelompok untuk terjemahin puisi. Dan saya jadi bagian paling malas gerak yang cuma terima bersih. Hehehe

Jadi, saya mulai saja ya mengulas dengan keterbatasan ilmu kesasteraan yang saya punya. Chairil Anwar, sepertinya beliau sedang afasia, semacam tiba-tiba kehilangan ingatan jangka panjang dari satu bagian peristiwa yang benar-benar mau dilupakan dengan sengaja. Karena di latar belakang puisi ini beliau sedang berada di tempat yang dapat menerawang kebisingan di luar tempatnya. Yang sunyi dan sepi. Sementara sambil memperhatikan keramaian itu (sepertinya pasar) beliau merenung tentang kejadian di masa lalu bersama kekasih nya, ia merasakan kecewa. Bukan semata karena ia berharap ada ditempat yang indah dan dekat dengan alam agar ia dapat ........(Syntax Error!!)

Ada yang bisa bantu saya terjemahkan? (lambaikan tangan ke kamera)
Silahkan tinggalkan ulasan, saya mah apa atuh ....

Lalu terpuruk di sudut bawah meja ....



You Might Also Like

0 komentar: