Monolog dan Sedikit Pelurusan Tentang Perempuan Romantis

11:29 AM Lovely Bunny 001 2 Comments




Berani: Monolog 

Dia hanya datang untuk membuatku semakin diam,
dan pergi meninggalkan luka ....

Kau pikir kau cukup jahat?
Kalau kau bisa mendapatkanku
Baru aku mau bersujud mengikutimu dibelakangmu

Kalau kau bisa membuatku jatuh cinta
Baru aku mau mencium keningmu
Didepan ibu bapakmu.

Beberapa kesatria terpilih yang dapat menaklukkan daratan Skandinavia
Mereka, menahkodai kapal-kapal pelintas laut Norwegia yang dingin
Terlalu bermental sadis dan beringas

Tapi putri Skandinavia adalah anak raja perompak yang pintar mengarahkan busur panah
Kau harus menyusup ke lorong dimana pintu kamarnya berada
Mengendap-endap dan diam dalam siaga
Tidak, mereka tidak punya jendela kaca seperti di dongeng Rapunzel
Jendela kastil disana hanya lubang-lubang batu kecil yang membantu proses respirasi
Ditengah malam-malam menggigit dan pagi yang sejuk

Kau pikir kau cukup licik?
Kalau kau bisa mengelabuiku
Baru aku mau menangis untukmu

Kalau kau bisa menyelip diantara rambutku dan mencium leherku
Baru aku mau menghirup udara dari bibirmu, yang pembual besar

Kau tau siapa nama laki-laki yang menaklukkan hati putri Skandinavia?
Tidak, akupun tidak tahu.

Karena dari kecil aku tak pernah di dongengi cerita dan wayang
Yang Bapakku bacakan hanya buku Ensiklopedia
Maka tugasmu nanti adalah
Menceritakan tentang Mahabrata dan kerajaan Sriwijaya
Kepada putra-putri dari keturunan Skandinavia


6 Sept 2015


Hahaha Aww~ Ntah kenapa dari dulu sampai sekarang setiap habis ngeramu puisi trus saya baca sendiri tiba-tiba saya merasa malu. Serius! Saya ini bukan tipe orang yang romantis nya tingkat dewa pengunungan Olympus. Saya juga nggak ngerti gimana caranya ngomong sama orang dengan cara yang bikin kesemsem gitu. Jadi jangan suruh saya ngerayu orang. Beuh, mati berdiri kali!

Dan ini, dan ini kali pertama saya narasi setelah sekian banyak Prosa Monolog yang sudah saya post, kenapa? Karena saya ingin menjelaskan sekaligus bertanya. Apa perempuan yang bisa menulis dan mengartikan puisi punya tempat istimewa, atau bahkan bisa dikatakan unik / istimewa? Hmmh, saya belum menemukan orang yang berkomentar seperti itu.

Tapi, setahu saya menurut pengalaman pribadi. Beberapa orang masih skeptis dan berpikiran bahwa puisi itu salah satu cara yang digunakan untuk meluluhkan hati orang lain. Seperti contohnya, sebagian besar cowok yang tahu kalo gebetannya suka baca puisi pasti mereka ngedeketin si "empunya dedemenan" dengan jalan membuat puisi, membacakan puisi atau menjadikan inspirasi puisi ... apa? Saya menebak semuanya. Bukan, bukan menebak. Tapi itulah pengalaman pribadi saya. Bukan curhat, tapi sepertinya saya perlu sedikit meluruskan ini. Nggak semua perempuan yang suka baca sastera, sejenis puisi, prosa, sajak, novel, dll adalah orang-orang yang benar-benar ingin diperhatikan dengan cara yang romantis pula.

Latar belakang kenapa seseorang menyukai sastera bukan karena mereka adalah orang-orang yang hobi melamun berjam-jam dan terhanyut dengan dunianya sendiri untuk menciptakan atau mengartikan banyak sajak kemudian menjadi tergila-gila sendiri. Nggak begitu. Seperti contohnya saya yang menyukai puisi. Ntah itu membaca puisi, menterjemahkan puisi ataupun menciptakan puisi. Tapi saya tidak memiliki banyak waktu luang untuk melamun dan cenderung menjadi tergila-gila dengan satu jenis puisi ataupun penyair. Kehidupan saya yang nyata, sangat menjenuhkan. Saya menghabiskan waktu seharian bertemu dengan banyak orang dan bicara terus menerus, mengeluarkan semua bentuk emosi dan tetap fokus dengan apa yang saya kerjakan. Itu rumit. Makanya, waktu punya sedikit waktu luang saya menggunakan untuk menterjemahkan puisi, sambil mendengarkan lagu. Nah kalo diperhatikan dari sekian banyak postingan puisi saya yang ditemani dengan backsound sebuah lagu, berarti lagu itu yang sedang menemani saya menulis pada saat itu.

Apakah saya hanya suka menulis puisi? Tidak, kalo readers adalah stalker saya dari dulu pasti tahu kalo saya juga sering nulis tentang artikel-artikel sosial politik. Yah, kan basic pendidikan saya Politik. Harap maklum ya.

Oke deh, sekian sedikit penjelasan saya yang semoga bisa menjelaskan beberapa hal yang mulai tidak jelas belakangan ini. Apasih ....

Keep Enjoy Art! :)



You Might Also Like

2 comments: