Payung Teduh In Mystical Lyrics: Curating Language In Song and Melody (Resah)

11:05 AM Lovely Bunny 001 0 Comments




Pernah dengar kumpulan lagu-lagu band independent Payung Teduh? Komposisi musik Jazz dipaduk dengan klasik Keroncong mungkin sangat sulit dipahami jika kamu tidak punya sense jenis musik yang sama. Bahkan saya juga dulunya nggak kenal kok sama Payung Teduh, meskipun suka dengan jenis musik Jazz dan Soul tapi tidak pernah terpikirkan kombinasi Jazz dan Keroncong. Lalu adik saya yang kuliah di jogja memperkenalkan lagu-lagu Payung Teduh ke telinga saya untuk pertama kalinya. Dan saya langsung suka, like a first love!

Oh ya, saya dengar banyak cerita rakyat (#halah) tentang asal usul lirik lagu ini diciptakan. Konon katanya berdasarkan pengalaman hidup salah satu personil Payung Teduh yang mempunyai sahabat meninggal karena mengakhiri hidupnya sendiri ketika mereka sedang mendaki gunung, katanya sih penyebabnya karena persoalan cinta. Well, no comment!

Okeh, biar nggak mencla-mencle dan terkesan agak sedikit serius. Cuss, kita bahas!

Resah
Song : Is 
Lyric : Ketjak

Aku ingin berjalan bersamamu
Dalam hujan dan malam gelap
Tapi aku tak bisa melihat matamu
Aku ingin berdua denganmu
Diantara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu
Aku menunggu dengan sabar
Diatas sini melayang-layang
Tergoyang angin , menantikan tubuh itu


Sepasang kekasih yang seharusnya saling berbahagia karena selalu bersama sepertinya sedang berada dalam perdebatan hati. Ntah antara keduanya atau hanya di satu pihak saja. Tapi seseorang diantara mereka ingin merasakan intensifnya kebersamaan.

Lalu, kalau kamu amati di bait kedua lirik diatas. Daun gugur menandakan musim di pertengahan tahun, musim peralihan dari panas ke hujan. (karena di Indonesia cuma ada 2 musim) Pasti cuacanya sangat dingin, dengan suasana seperti itu jika sepasang kekasih berduaan pastinya akan menambah romantisme. Tapi lagi-lagi, satu diantara keduanya tampak tidak menikmati masa kebersamaan mereka.

Nah, saya rasa akar masalahnya disini adalah ketika si salah satu pasangan sudah merasa sangat bahagia dengan perasaan cintanya yang membawa ia menghayal tinggi, tiba-tiba merasakan kehampaan. Karena akhirnya ia menyadari bahwa yang merasakan kebahagiaan itu hanya dia sendiri.


Well, that's it. Mudah kan menterjemahkannya, cuma perlu sedikit ilmu sok tahu saja. Tapi yang paling penting bukan itu. Bahasa itu indah, di ciptakan oleh Tuhan untuk menggambarkan bagaimana manusia dapat mengungkapkan apa yang jiwa nya rasakan dengan indah. Meskipun ia sedang marah, kesal ataupun sedih. Makanya, pernah dengar orang yang memaki ketika kesal terlihat indah? Tentu tidak, karena itu bukan bahasa. Jika marah, jika kecewa. Gunakanlah bahasa yang indah, agar kamu tahu Tuhan menciptakan dirimu dengan jiwa indah. Selain itu, ketika sedih seperti penyair dan penulis lagu, merekapun mengungkapkan perasaan dengan menggunakan bahasa yang indah. Lalu? lalu lahirlah karya yang indah. Emosi manusia sebenarnya indah. Karena itu juga ciptaan tuhan.

Enjoy Art!


Regard,

Human Venerator.

You Might Also Like

0 komentar: