Review Fifty Shades Of Grey (Romance Side Corner)

2:46 PM Lovely Bunny 001 0 Comments

Hello Universe!
Hahaha gegara heboh nya pilem ini di layar tancep gue jadi malah makin penasaran nontonnya. Lagi sih, siapa suruh pake dilarang-larang tayang segala. Malah jadinya animo buat nonton orang Indonesia makin menjadi after the result of film ini tidak ditayangkan secara menyeluruh di bioskop di Indonesia.(chatet!!) But you know lah, kita tuh kalo makin dilarang malah makin penasaran. Well akhirnya, dapet juga nonton dari hasil beli CD bajakan (oops!) meski telat hampir sebulan bahahaha ...
Oke, ini dia review scene nya dari awal sampe akhir buat readers yang sampe sekarang masih pada kepoh ama ni pilem.
Anastasia Steele, menggantikan tugas teman sekamarnya di dorm untuk mewancarai seorang pengusaha yang terkenal di Kota Seattle. Christian Grey, pengusaha yang memimpin sebuah perusahaan telekomunikasi yang cukup berpengaruh. Sejak pertama bertemu dengan Mr. Grey, Anna sudah menangkap aura laki-laki tersebut dari gesture dan cara berbicaranya yang sopan, kaku, formal dan "bersih". Begitulah cara Anna mengungkapkan mengenai siapa sosok Christian Grey kepada teman sekamarnya Katherine "Kate" Kavanagh.
Oh the hell, sebenernya gue males cerita panjang lebar secara lo bisa baca langsung di novelnya atau kalo lo terlalu kere buat beli novelnya yang menurut gue cukup ga murah. LO juga bisa baca sedikit plotnya di Wikipedia. Baru kalo ntar lo udah negrti dikit jalan ceritanya balik lagi ke blog gue ya muehehehe bukannya apa nih! secara gue bukan EL James si penulis novel best seller-nya.
Nah, setelah lo baca dan ngerti sedikit-sedikit, yang pengen gue bahas disini adalah respon setelah gue nonton film tersebut. Karena jujur, gue bukan salah satu orang yang muna' bilang kalo filem ini jelas-jelas vulgar dan temanya belum membumi banget makanya begitu release  udah banyak orang yang mengunder estimate dan melontarkan kritikan pedas. Well, Let's see by another corner!
Mr. Grey is thehell romantic guy ever! I told you, sosok pria sejati yang sangat dirindukan cewek-cewek jaman sekarang dimana "kami" terlalu banyak mendapatkan imbas "php" dan "gantung" status dari cowok-cowok yang semakin ga jelas arah tujuan hidupnya.
Ada beberapa scene romantis dan dialog-dialog yang sempat gue inget dari film ini. Yaitu adegan waktu Anna dan grey pertama kali kencan, mereka naik helikopter buat keliling Seattle. Grey itu tipe cowok dominan, artinya kalo didunia psikologi dia tipe kuasa. Orang dengan tipe kuasa itu selalu mau didengarkan dan dituruti keinginannya. Begitu juga dengan Grey. Surat perjanjian yang Grey ajukan buat Anna banyak memuat hal-hal yang Anna ga sukai dan doi ga setujui pada saat mereka akan berhubungan. Itu yang membuat Anna ga terburu-buru buat tanda tangan kontrak dan bikin Grey makin penasaran dengan dia.
Tapi semakin jauh Anna masuk kedalam kehidupan Grey dia menyadari kalau bukan Anna yang merubah Grey seperti yang Grey selalu bilangke dia. Yah, meskipun memang beberapa hal dalam diri Grey berubah mengenai persepsinya tentang cara memperlakukan dan mencintai perempuan. Tapi Anna merasakan gejolak didalam dirinya, dia jatuh cinta dengan Grey. Tapi Grey selalu tidak mau disentuh Anna. Dia bilang Anna tidak bisa jatuh cinta dengannya.
Setelah semua masa-masa indah yang mereka lewati bersama ....

You Might Also Like

0 komentar: