Anomie Pekerja : In-Group dan Apatis, Ciri Dis-Integrasi Lingkungan Sosial-Urban (1, 1-2)

5:29 PM Lovely Bunny 001 0 Comments

Anomie muncul sebagai sebuah istilah yang menggambarkan keadaan masyarakat sipil dan individu yang berada didalamnya merasakan adanya ketimpangan dan penyimpangan. Emile Durkheim merumuskan bahwa dengan tingginya tingkat pembagian kerja menyebabkan tingkat stres yang dialami pekerja/ buruh juga meningkat. Kerentanan terhadap stres dipengaruhi oleh adanya Anomie (perasaan terasing) diantara lingkungan intra-sosial pekerja. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa lingkungan kerja tercipta tidak hanya dalam konteks aktifitas kerja secara formal tetapi juga termasuk kedalam interaksi sosial yang terjadi diantara para pekerja tersebut.


Lingkup interaksi yang dimaksudkan sendiri terdiri dari usaha untuk menemukan grup agar individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Didalam lingkungan urban-sosial pekerja ini terdapat norma-norma yang dikembangkan, untuk tetap mendapatkan eksistensi indvidu mencari individu lainnya dan membentuk suatu kelompok (group) yang terdiri dari orang-orang dengan karakter sama. In-Group memberikan kenyamanan sekaligus keamanan secara lingkungan sosial bagi para pekerja yang tertekan dengan tingkat pembagian kerja tinggi di perusahaan tempat ia bekerja. Hal ini juga membantu mereka dalam menyelesaikan pekerjaan karena bagaimanapun secara langsung ketika dalam hubungan kerja orang-orang akan sedikit melibatkan emosional dalam berinteraksi. Jika seseorang telah masuk kedalam suatu group terlebih lagi gruouup tersebut masih dalam konteks pembagian kerja yang sama maka akan memudahkannya memberi instruksi kepada pekerja lainnya yang kebetulan juga berada dalam satu group sosial yang sama di tempat kerja tersebut. Situasi ini dapat tercipta secara alami maupun dibuat, seperti contohnya struktur kerja atau yang dikenal dengan Jobdesk. 

Hanya saja dalam konteks struktur kerja, interaksi sosial hanya mungkin tercipta ketika setiap individu masih merasa memiliki kepentingan dengan anggota groupnya karena mereka saling terikat dengan pekerjaan. Diluar itu kemungkinan untuk tetap tercipta perasaan terikat akan sulit terjadi. Apalagi jika melibatkan masalah emosional terkait dengan individu masing-masing.

Masalah mungkin dapat terselesaikan dengan individu berusaha untuk berintegrasi dengan lingkungannya, baik secara struktural maupun secara sosial. Tetapi didalam setiap lingkungan kita akan menemukan berbagai karakter individu yang akan mempengaruhi kuat atau tidaknya integrasi sosial diantara para pekerja. In-Group tentunya akan menciptakan integrasi meskipun tidak secara general, karena setiap individu akan mencari lingkup yang membuatnya merasa nyaman. Tentunya pasti akan ada pengelompokkan, kelompok kecil didalam kelompok besar.

Lalu bagaimana dengan individu tanpa perasaan tanggap terhadap lingkungan sekitarnya? Perasaan acuh ini mencakup secara emosional, motivasi dan entusiasme....

You Might Also Like

0 komentar: