Kamu Pemuda "SSBSSS" ? Jangan Pesimis, Kamu Juga Nasionalis! (Part 1, 1-2)

7:58 AM Lovely Bunny 001 1 Comments

Tahun 2012 dan 2013 adalah tahun keemasan bagi saya, setelah 3 tahun berkutat dengan teori-teori ilmu Sosiologi di kampus, saya bosan. Kemudian mencoba mencari kegiatan lain diluar Kukerta (Kuliah Kerja Bercinta ... *ROTFL). Berawal dari mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada Pada Tahun 2011 walaupun sampai dua kali seleksi menelan kenyataan pahit bahwa saya tidak masuk standar layak untuk dikirmkan ke Negara Daun Maple tersebut sebagai perwakilan Pemuda Indonesia tetapi semangat saya semakin terbakar. Tahun ke tahun yang saya habiskan dengan berkumpul bersama beberapa pemuda yang Out of The Box menyadarkan saya mengenai apa yang saya telah lakukan untuk negeri ini dan apa yang menginspirasi hidup saya untuk melanjutkan hidup di masa depan serta apa yang telah menjadi beban tanggung jawab saya selama bernafas di Tanah Air Indonesia.

Kebudayaan, Intelejensi dan Attitude adalah modal dasar pemuda Indonesia untuk memberi citra kepada Bangsanya, menunjukkan ke muka dunia bahwa Indonesia memiliki bibit-bibit unggul yang akan menjadi harapan cerah bagi Bangsa Indonesia ke depannya. Dengan mengikuti seleksi pertukaran pemuda ini, saya yang hanya berlatar belakang sebagai seorang pemuda yang tidak pernah mengenyam ilmu organnisasi maupun mengikuti kegiatan kumpul-kumpul pemuda (ini maksudnya kegiatan sosial lho, bukan kongkow biasa.red) semakin mengerti bahwa ternyata ada banyak pemuda-pemuda potensial di setiap pelosok negeri ini. Mereka yang datangnya dari pulau-pulau terjauh dengan Ibukota Provinsi mau datang ke Kota untuk menempun pendidikan kuliah, tetapi juga aktif dengan ormas kepemudaan seperti KAMMI, HMI, PERMATA dll. Melakukan kegiatan sosial tanggap bencana, perang dan kemiskinan. Berdiri di lampu-lampu merah pada siang hari yang terik sambil menengadahkan kardus-kardus untuk mengumpulkan pundi-pundi uang yang akan disumbangkan ke masyarakat yang membutuhkan. Ada juga yang reaktif dengan segala aktifitas pemerintah, turun ke jalan-jalan memprotes kebijakan pemerintah maupun ketiad adilan yang sedang terjadi di bangsa ini. Ada juga pemuda yang aktif menjadi delegasi duta-duta wisata dan menjadi duta lainnya dengan misi presentasi kebudayaan Indonesia di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Pemuda-pemuda ini yang saya temui ketika saya mengikuti kegiatan kepemudaan selama dua tahun belakangan. Mereka luar biasa, saya pikir. Dan ketika saya mengenal mereka lebih dalam, ya saya benar! Bahkan ada yang berlatar belakang keluarga orang kaya tapi siapa sangka ia pernah merantau ke Pulau Jawa hanya bermodal nekad untuk kuliah (dan itupun kuliahnya sampai semester akhir karena sangking keasyikkan jalan-jalan hahaha...) pernah mengelilingi pulau Jawa, menjelajahi gunung dan lautan, jika pertama berjumpa dengan abang saya ini anda tidak akan menyangka mengenai pengalaman hidupnya yang luar biasa. Dan beliau adalah seorang dosen sekarang! Tapi masih aktif dengan kegiatan kepemudaan, menjadi alumni sekaligus senior saya di Kapal Pemuda Nusantara. Tidak hanya beliau, ada juga alumni dan juga senior saya masih dari program kepemudaan yang sama. Pengalaman hidupnya mungkin lebih berat dari saya, ia berasal dari tanah serambi Mekkah merantau ke Pulau Batam kuliah dengan hasil keringat sendiri tetapi tetap aktif di organisasi bahkan sampai menjadi delegasi untuk Kedutaan Indonesia di Texas, negara bagian Amerika Serikat dengan misi memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada bule-bule disana. Bukan hanya pemuda saja, cerita tentang para pemudi yang saya kenal ini juga bisa menginspirasi kamu. Saya mengenalnya setahun lalu lewat program yang sama, anak perempuan yang super aktif ini memang luar biasa. Sudah malang melintang kesana sini dengan program kepemudaan yang segudang diikutinya, pakaiannya sederhana, sopan dan berkerudung. Senyum selalu terkembang ketika ia bertemu dengan siapapun. Mahasiswa yang aktif di salah satu Perguruan tinggi di Prov Lampung ini memiliki segudang prestasi, menjuarai kompetensi pidato se-provinsi. Jalan-jalan keliling Pulau Jawa sambil menyepi di sebuah desa di Jawa Timur untuk belajar Bahasa Inggris. Siapa sangka sekarang sedang ada di Jepang untuk mengikuti Jenesys 2014 di Perfektur Chiba. Kemudian ada cerita juga mengenai pemudi dari Aceh, beliau ini kakak kesayangan saya. Kami mengembangkan gagasan untuk mendirikan sebuah organisasi social pemuda peduli masyarakat perbatasan, Nagekeo Care Island. Bekerja sebagai pegawai honor di lingkungan Pemko Aceh tetapi tidak mau mengangkat dagu dengan masalah social di lingkungannya. Jujur, saya takjub. Bahkan selama perjuangan awal kami mendirikan organisasi beliaulah orang yang paling aktif dalam mencari bantuan dana untuk melancarkan kegiatan perdana organisasi kami. Sudah menginspirasi kamu?

Pemuda Pelopor yang sebenarnya, mendengar cerita mengenai perjuangan mereka hingga sampai pada tahap sekarang saya berkata kepada diri saya, saya adalah permulaan. Sampailah kepada titik itu atau lampauilah!

Lalu kemudian saya merenung, jika saya mengikuti kegiatan ini. Mondar mandir kesana sini, saya tidak akan mampu untuk melakukannya. Jujur saya tidak bisa membagi waktu dengan semua hal itu. Bahkan setelah kepergian ayah, saya menjadi lebih bertanggung jawab dengan kesejahteraan keluarga. Menjadi anak pertama mengharuskan saya melanjutkan pekerjaan ayah untuk mencari uang menghidupi ibu saya yang sudah mulai merenta. Saya sadar diri, saya tidak bisa selamanya melakukan kegiatan-kegiatan tersebut (meskipun menyenangkan bagi saya melakukannya.red) karena ada tanggung jawab lainnya yang tidak bisa saya hindari.

You Might Also Like

1 comment:

  1. semangattt saynggg adikk bebebbb kuhhh kamu pasti bisa..
    i believe you can do it

    ReplyDelete