Film Rumah Tanpa Jendela & Kenangan Tentang Bapak

1:12 PM Lovely Bunny 001 0 Comments


Film yang disutradai oleh Aditya Gumay ini bercerita tentang persahabatan Rara si anak miskin dan Aldo yang mengalami disabilitas. Skenario cerita ini berawal dari Rara yang sangat ingin punya rumah yang memiliki jendela akhirnya kehilangan ayahnya pada saat menyelamatkan bude-nya ketika terjadi kebakaran di rumah mereka. Pada akhirnya keluarga Aldo yang sebelumnya kurang memiliki simpati terhadap kekurangan menyadari bahwa dibalik kekurangan ada rasa kebersamaan yang dapat kita miliki dan rasakan bersama. Nah, seperti biasa readers tulisan saya itu selalu menyimpang dari pembahasan normal. Kali ini saya akan membahas mengenai hubungan kasih sayang antara Rara dan ayahnya. Sedikit banyak cerita ini mengingatkan saya pada kenangan masa kecil bersama Bapak. Pelajaran berharga tentang mengenal dan mempelajari kehidupan :)
Rara sangat menginginkan memiliki jendela meskipun rumahnya kecil dan kumuh dan ia sama sekali tidak pernah mempermasalahkan keluarganya adalah keluarga yang kekurangan. Bagi Rara memiliki jendela dirumah adalah sebuah kebahagiaan, agar ia dapat melihat ke luar rumah. Anak kecil ini memahami filosofi jendela adalah sesuatu yang dapat membantu kita melihat keluar dari dalam rumah. Lalu jika ada kata mutiara "Membaca adalah jendela dunia" mari kita coba pahami bahwa jika dengan membaca kita dapat melihat ke luar jendela. Melihat keluar dapat diartikan melihat hal-hal baru yang mungkin belum kita temukan, jendela adalah ilmu pengetahuan yang kita dapatkan dan membaca adalah kunci untuk melihat hal-hal baru dari dalam diri kita.
Membaca, hal yang sangat saya sukai sejak kecil. Membaca apa saja, ensiklopedi, novel, kumpulan puisi, artikel berita bahkan surat (hehe, bukan surat cinta lho maksudnya!) Karena sejak kecil ayah saya membiasakan kami anak-anaknya untuk suka membaca buku. Kemudian seiring pertumbuhan saya dan adik-adik saya kami memahami bahwa cara belajar yang efektif adalah ketika saya menyukai buku yang dibaca maka saya akan memahami isi dari buku tersebut. Tapi bukan berarti saya harus menyukai buku tersebut dahulu baru saya akan membacanya, Bapak sering berpesan: Buku apapun pasti tidak ada yang tidak kamu sukai. Buku itu dibuat untuk memberikan manfaat. Jika tidak ada manfaatnya, itu bukan buku.

You Might Also Like

0 komentar: