Laki-laki, Perempuan dan 3 Buah Apel

1:02 AM Lovely Bunny 001 0 Comments


Siapa suruh situ surati saya siang-siang
"Jadilah milikku seutuhnya";
Ada perempuan muda berkerudung hitam menanam 3 biji benih apel yang siang dan malam dijaganya dari; ayam tetangga yang menceker-ceker
hujan yang menyapu tanah sampai bijinya mumbul lagi kepermukaan
waktu itu benih tumbuh jadi kecambah dia hijau muda dan layu lalu lalu dipagari perempuan itu tiga kecambah dengan pagar bambu
dan hari dan hari dan siang dan malam
dia lalu lalang lintang pukang mondar mandir diawasinya itu tiga pohon yang mulai tumbuh besar
tidak lupa ia siang dan malam disirami dipupuki dan dijaga dari tangan-tangan kecil nakal bocah-bocah tetangga yang suka iseng mreteli daun-daun mudanya
3 pohon apel besar megar segar tahun ke tahun dia perempuan risau putik berbunga tak berbuah banyak banyak satu satu pohon satu buah saja dipetik 3 buah apel ranum masak merah merekah Rona pipi perempuan berkerudung hitam dielusnya tiga buah apel di kain kerudungannya digendong Lalu lalu sekonyong-konyong laki-laki dan semilir angin menyeret langkah suara patah-patah pada ranting tua dan daun kering, pohon apel Ia tengadahkan tangan, welas asih Tidak hadir, sepatah kata dibawah 3 pohon apel dan semilir angin dan rimbun berserak-serak daun pohon apel tertiup sepoi-sepoi Perempuan berkerudung hitam adalah deskripsi dunia tanpa batas ketika kau melihat isi bola matanya kau tak menemukan pantulan gambar wajahmu melainkan bagaimana kau menghabiskan masa depanmu dalam kepercayaan dan keterangan Lalu sekonyong-konyong; berikan padaku! Mata cokelat berperasaan tawar melepas 1 gengam apel dari tangan mungil Berikan aku semua! Seutuhnya ... Apa jenis dunia ini, kau orang asing didunia perempuan yang hidupnya hanya berkutat pada 3 pohon apel yang tak bisa kau harapkan banyak darinya. Lalu kau datang padanya dan meminta sesuatu yang semua orang tak pernah tau kenapa kau memintanya ... Makanlah, makan dan habiskanlah dihadapanku! itu 3 buah apel digengam sepasang kepal tangan besar-besar Tapi tatap mata laki-laki itu tetap sama. Seperti ia berjalan di gelap malam dan tak melihat seberkaspun cahaya, memaksa dirinya untuk terus percaya bahwa hantu adalah proyeksi ilusi dari paranoia manusia. Tapi kepalanya diselubungi sedikit kerisauan. Ia berputar arah dan berjalan menjauh dan tak sepatah katapun Laki-laki dan 3 buah apel di genggaman sepasang kepal tangan yang besar sudah pergi Perempuan berkerudung hitam, dan ranting-ranting pohon apel yang tua dan daun-daun kering yang berjatuhan di tanah dibawah 3 pohon apel yang tidak berbuah dan semilir angin yang ditinggalkan

You Might Also Like

0 komentar: