Kisah Patah hati Nusantara/ Laut Ninggalken Resah lan Panjenengan Babras ati

7:54 AM Lovely Bunny 001 0 Comments

Kau tidak akan sembuh dari luka pelayaran ini
Jatuh hati di Bajra Sandhi
Om shantii shantii om segala yang dibumi kembali kepada sang hyang Widi
Kau akan menangisi setiap angin yang berhembus di anjungan
Patah hati menatap matahari terbenam dari sudut deck kapal yang lego jangkar di pelabuhan
Mega tertutup awan di langit pekat senja Labuhan Bajo yang memikat
Kau akan tersedu sedan pada saat peran pemanduan ketika jangkar diangkat
Kupang dan kasih sayang tulus orang-orang asing yang penuh kasih sayang hangat
Dan jernih air tak sepadan terik matahari membakar kulit sampai pekat
Kau akan meratap dalampada kapal terus melaju di perairan Laut Jawa
Hatimu terseret-seret cinta dalam tangis dan tawa
Jatuh limbung di pantai Serangan yang menusukkan bulu babi pada langkah-langkah mu yang patah karena hatimupun begitu
Lalu tertipu Pantai Matahari punya sama indahnya dengan Pantai Sanur
Dan melihat banyak susu-susu dijemur segar di Kuta
Kita sama muda sama bertingkah polah
Mendebur menghantam pinggiran pantai lalu pecah berserak dalam tawa dua anak remaja yang sedang belajar berselingkuh hati
Mereka berjanji dihati kecilnya yang nakal
Cinta ini hanya di pantai Dreamland
Tuhan tak pernah berniat menyatukan kita
Ia hanya membakar hati kita pada gejolak api cinta pemuda-pemuda tengil yang blingsatan menari Ja'i di panasnya senja yang pengap
Sambil tak menghiraukan suara azan yang redup-redup tertiup angin
Tapi kalah dengan maimoni-maimoni kita
Lalu Ia selipkan kita diantara cinta dua pasang kekasih yang berjauhan
Lalu ditenggelamkannya kita di Airnona dan dibasuhnya niat-niat buruk kita dengan air segar yang menukik jatuh dari air terjun di Oenesu
Lalu dipatahkannya kita seperti ranting-ranting tua yang jatuh kekolam yang kita bersihkan tapi kita tak peduli dan pergi
Tuhan sungguh-sungguh tak berniat menyatukan kita
Ia hanya berniat menumbuhkan rindu yang rancu
Dalam pada perasaan bersalah menghianati kekasih
Lalu kita memutar genogram dan terdengar nyanyian kekasih pelaut,
Nailena seli tadali lena seli
Naina safa li tadalena safali
Aduh kasian aduh kasian
Mama boi'e
Ingin menyeberang tapi tak bisa menyeberang
Ingin merindu tapi tak bisa merindu

You Might Also Like

0 komentar: