Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 7

4:52 AM Lovely Bunny 001 0 Comments

Ini Gurindam Pasal Yang Ketujuh



Apabila banyak berkata
Disitulah jalan masuk dusta


Apabila banyak berlebih-lebihan suka
Itulah tanda hampirkan duka


Apabila kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat


Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapaknya letih


Apabila banyak mencacat orang
Itulah tanda dirinya kurang


Apabila orang yang banyak tidur
Sia-sia sajalah umur


Apabila mendengar akan kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar


Apabila mendengar akan aduan
Itu hendaklah cemburuan


Apabila perkataan yang lemah lembut
Lekaslah segala orang mengikut


Apabila perkataan yang amat kasar
Sekalian orang gusar


Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar



Pemaknaan Gurindam :
* 'Apabila banyak berkata-kata, Disitulah jalan masuk dusta', Berbohong, berdusta, dan mengadu domba termasuk kategori banyak berkata, berkata yang tidak bermanfaat dan merugikan. Apabila terkait orang lain dan sumber perkataan tersebut tidak jelas maka akan merugikan nantinya.
* 'Apabila banyak berlebih-lebihan suka, Itulah tanda hampirkan duka', rahasia kejadian sesuatu kita tidak mengetahui karena semuanya terjadi karena kehendak Allah. Maksud dari berlebihan suka adalah hidup berlebih-lebihan hingga lupa diri
* 'Apabila kurang siasat, Itulah tanda pekerjaan hendak sesat', pekerjaan yang tidak baik dan tidak memiliki manfaat lebih baik tidak usah dikerjakan karena selain membuang waktu dan tenaga juga mendatangkan bencana.
* 'Apabila anak tidak dilatih, Jika besar bapanya letih', pendidikan adalah tanggung jawab orangtua, masyarakat dan pemerintah. Hakekat mendidik dan mengajar adalah agar anak berkelakuan baik dan berbudi pekerti. Apabila anak tidak diajarkan bagaimana berperilaku sopan, ramah dan jujur sejak kecil maka jika sudah besar ia akan berperilaku buruk dan menyusahkan masyarakat yang dapat membuat malu kedua orang tuanya
* 'Apabila banyak mencacat orang, Itulah tanda dirinya kurang', Mencela dan menceritakan keburukan orang  akan tidak disukai oleh semua orang walaupun sudah berteman akrab. Orang yang menceritakan kekurangan orang lain tidak menyadari kekurangan yang ada pada dirinya
* 'Apabila orang yang banyak tidur, Sia-sia sajalah umur', Orang yang banyak tidur adalah ciri pemalas. Ketika banyak orang mengerjakan sesuatu agar bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Orang pemalas tidak mendapatkan apa karena mengurus dirinya sendiri pun ia tidak bisa
* 'Apabila mendengar akan khabar, Menerimanya itu hendaklah sabar', Maksudnya adalah orang yang sabar ketika mendapat suatu berita ia tidak terburu nafsu atau terbawa amarah dan gegabah dalam menanggapinya. Orang penyabar menjadi tempat bersandar dan meminta nasihat ketika hal buruk sedang terjadi.
* 'Apabila mendengar akan kabar, Itu hendaklah cemburuan', bait ini mengenai pelajaran budi pekerti terhadap pemimpin/atasan agar jangan terlalu melayani laporan dari bawahannya bahwa ada pekerja yang tidak baik atau buruk kinerjanya. Karena siapa tahu itu hanya karena ia cemburu kepada orang yang ia sebutkan dan ingin mencari perhatian dari atasan
* 'Apabila perkataan yanh lemah lembut, Lekaslah segala orang mengikut', Orang yang berbicara sopan, baik dan lemah lembut lebih mudah diterima perkataannya meskipun ia bukan seorang yang berpengaruh. Karena apabila memperlakukan orang dengan baik begitu baik pula perlakuan yang kita dapat darinya
* 'Apabila perkataan yang amat kasar, Sekalian orang gusar', Berteriak, mengucapkan kata-kata kotor dan kasar serta memanggil orang dengan julukan untuk mengejek akan membuat orang risih, menjauh dan tidak peduli
* 'Apabila pekerjaan yang amat benar, Tidak boleh orang berbuat onar', Jujur dan bertanggung jawab dalam mengerjakan sesuatu orang tidak akan komplain dengan pekerjaan kita. Lain hal nya jika yang kita kerjakan berantakan dan tidak sesuai dengan apa yang mereka minta.


You Might Also Like

0 komentar: