Salah Kaprah Penggunaan BBM Bersubsidi oleh Masyarakat Indonesia

11:05 AM Lovely Bunny 001 0 Comments



Paradigma masyarakat tentang penggunaan BBM menyimpang dari tujuan awal diadakannya program tersebut oleh pemerintah. BBM bersubsidi di dapat oleh masyarakat dari anggaran belanja negara yang dipakai untuk membeli minyak kemudian dijual dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat Indonesia. Data statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2012 total konsumsi BBM mencapai 45,27 juta barrel dengan total konsumsi premium 28,34 juta barrel dan solar 15,73 juta barrel. Sedangkan produksi tahun ini 41 juta barrel pertahun atau sekitar 540.000/ hari. Kementerian ESDM memperkirakan konsumsi BBM pada tahun 2013 akan meningkat menjadi 3,64 juta barrel dengan penggunaan premium sebesar 31,46 juta barrel.



Penggunaan BBM bersubsidi yang berlebihan tanpa disadari masyarakat Indonesia akan mengancam defisit APBN. Jika penghematan tak segera dilakukan, maka Agus Martowardojo mengatakan bahwa mau tak mau pemerintah akan melakukan pemangkasan anggaran belanja tahun ini. Coba kita analisa, jika uang tersebut dicurahkan sebagian besarnya untuk membayar pembelian bahan energi kendaraan maka berarti pembiayaan untuk hal-hal lain yang berkaitan dengan pelayananan masyarakat juga akan berkurang seperti biaya perawatan akses publik, kesehatan, pendidikan dan konsumsi pasar sembako. Memang sekarang masih belum terasa dampak-dampak tersebut, tapi jika kita terus menanamkan mindset konsumsi BBM bersubsidi tanpa batas ya ... siap-siap saja anak cucu kita tak mendapatkan hak selayaknya untuk memperoleh pendidikan dan kesehatan yang layak nanti.


You Might Also Like

0 komentar: