Mau UN atau Sakaratul Maut, Dek?

9:53 PM Lovely Bunny 001 2 Comments

Sebanyak total 3.224.179 siswa se-Indonesia serentak mengikuti Ujian Nasional pada tanggal 15 April 2013, kecuali 11 propinsi yang mengalami masalah keterlambatan pengiriman naskas soal Ujian Nasional. Pada tahun 2013 ini total siswa yang mengikuti ujian Nasional se-Indonesia terdiri dari 1.268.834 siswa SMA, 331.177 siswa MA, 1.131.006 siswa SMK, 1.189 siswa SLB, dan yang mengikuti Ujian Paket C 191.917 siswa dan 56 siswa dari sekolah kejuruan.


Ujian Paket C untuk siswa yang tidak lulus UN tahun lalu dijadwalkan pada tanggal yang sama hanya dilaksanakan setelah jadwal ujian 20 paket selesai, yaitu pada siang hari.

Soal UN yang terdiri dari 20 paket ini memiliki sistem barcode untuk mengenali paket soal yang dibagikan kepada setial siswa. Kemudian 10 paket soal cadangan akan dikeluarkan jika terjadi kecelakaan pada soal ujian yang dibagikan. 

Heran saya, sepertinya UN menjadi sesuatu yang menakutkan dan mengancam hidup para siswa yang melaksanakannya. Kebanyakan pelajar tidak merasa siap dengan model soal UN tahun ini yang memiliki jumlah paket lebih banyak. Yang lebih parah sangat terlihat jelas mereka merasa tertekan dengan terbuktinya bahwa setiap menjelang Ujian Nasional banyak diadakan acara-acara motivasi bahkan tidak sedikit yang mengundang motivator-motivator terkenal sampai acara hypno-therapy massal agar siswa yakin dapat lulus UN 100%, acara-acara seperti ini semakin merata diadakan disetiap sekolah-sekolah dari tahun ke tahun. Bahkan event ini menjadi kesempatan bagi para book publisher untuk menjual buku-buku motivasi kiat lulus Ujian Nasional  kepada siswa-siswa yang akan mengikuti UN. Meskipun harus membeli dengan harga yang mahal dan tidak seluruh yang membeli akan membaca.

Di setiap acara hypno-therapy yang diadakan tersebut siswa diajak merenung untuk mengingat kesalahan-kesalahan di masa lalu dan di cekoki dengan pemikiran bahwa restu dari orang-orang yang lebih tua dan banyak melakukan kebaikan akan mendatangkab kemujuran.

Yang menjadi pertanyaan, apakah dengan membeli sebuah buku motivasi akan memotivasi pelajar agar tidak takut menghadapi ujian? Apakah dengan menangis meraung-raung akan meningkatkan kekuatan didalam diri pelajar agar menjadi pribadi yang selalu siap menghadapi segala tantangan? Lalu kita hanya perlu memohon maaf kepada orang tua dan berbuat kebaikan ketika mau mengikuti ujian?

Sepertinya jauh sekali dari harapan bahwa pemuda Indonesia adalah generasi bangsa yang dapat di andalkan untuk mengemban tugas memajukan bangsa ini jika Ujian Nasional saja sudah menjatuhkan kepercayaan mereka.

Pelajar, ini hanya sebuah pesan dari saya yang pernah juga berada di posisi anda. Saya juga pernah tidak bisa tidur semalaman padahal besoknya adalah jadwal Ujian Nasional untuk mata pelajaran yang saya anggap susah. Tapi ketahuilah saya tidak bisa tidur bukan karena sedang SKS (Sistem Kebut Semalam) atau terlalu paranoid karena tidak yakin saya dapat maksimal dalam menjawab soal pada keesokan harinya. Tetapi saya menulis di buku harian saya, menceritakan bagaimana saya bertemu teman-teman saya, tentang hari-hari menyenangkan dan pengalaman-pengalaman berharga yang saya dapat selama disekolah menengah.

Waktu itu saya juga menulis bahwa saya telah belajar 3 tahun lamanya dan saya merasa galau dan selalu bertanya-tanya tentang apa yang akan saya lakukan setelah ini, siapakah jati diri saya selama ini.

Adik-adik, sadarilah kamu tidak perlu terlalu banyak mencecoki dirimu sendiri dengan motivasi-motivasi yang hebat, jika dirimu sendiri tidak dapat membangunkan kepercayaan didalam dirimu. Kekuatan menghadapi segala cobaan tersulit di hidupmu yang kamu perlukan. Bukan keyakinan bahwa kamu akan berhasil sementara kamu masih meraba-raba bagaimana cara tersebut.


You Might Also Like

2 comments:

  1. Sepertinya pemerintah harus memikirkan sistem pendidikan yang dapat menjadikan siswa-siswa berani untuk menghadapi ujian..

    ReplyDelete