Makan Sehat Makan Pintar

7:09 PM Lovely Bunny 001 0 Comments


Oleh : Etna Khairullah

Latar Belakang

 Anak-anak yang berada dalam rentan usia sekolah, membutuhkan banyak kalori untuk beraktivitas sehari-hari. Terutama untuk kegiatan belajar mengajar disekolah. Anak-anak yang berada dalam usia 6-17 tahun membutuhkan 55 persen karbohidrat, 30 persen lemak dan 15 persen protein dari keseluruhan kebutuhan nutrisinya. Dengan asupan gizi yang seimbang anak mampu berpikir dengan cemerlang dan beraktifitas sesuai masa pertumbuhannya.
Gizi yang seimbang mengandung vitamin dan mineral yang penting untuk mencerdaskan otak anak, ini didapat dari daging dan ikan serta sayur-sayuran. Sementara asupan lemak yang terlalu banyak dan glukosa yang berlebihan akan bnerdampak negative pada anak. Kekurangan gizi juga menyebabkan pertumbuhan anak terhambat dan menimbulkan penyakit berbahaya.
Selain mineral dan vitamin, zat besi juga merupakan nutrisi penting bagi anak. Anak yang mengalami kekurangan asupan zat gizi didalam tubuhnya sulit berkonsentrasi pada saat belajar dan sering terlihat lemas.
Selain berperan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak, gizi yang seimbang juga menghindarkan anak dari penyakit. Fisik yang kuat diperoleh karena badan memiliki perlindungan dari pengaruh buruk lingkungan.
Orang tua memperkenalkan anaknya kepada makanan-makanan sehar sejak dini agar tubuh anak mendapatkan asupan gizi yang lengkap. Makanan 4 sehat 5 sempurna didapat dari pemenuhan gizi yang orang tua mereka berikan melalui makan-makan yang disajikan.
Seiring berkembangnya waktu anak-anak mulai tumbuh dan memasuki usia sekolah. Orang tua tidak dapat sepenuhnya mengontrol asupan makanan pada anak. Kebanyakan para orang tua hanya memberikan sejumlah uang saku yang dapat digunakan anak untuk membeli makanan yang tersedia dikantin sekolah.
Sementara tidak semua sekolah menyajikan jenis makanan sehat yang sesuai dengan asupan gizi anak. Akibatnya anak mengalami kekurangan konsumsi gizi seimbang.

Masalah

 Gizi merupakan unsur yang sangat penting di dalam tubuh. Dengan gizi yang baik, tubuh akan segar dan kita dapat melakukan aktivitas dengan baik. Gizi harus dipenuhi justru sejak masih anak-anak, karena gizi selain penting untuk pertumbuhan badan, juga penting untuk perkembangan otak. Untuk itu, orang tua harus mengerti dengan baik kebutuhan gizi si anak agar anak tidak mengalami kurang gizi. Selain itu, orang tua juga harus mengetahui apa dan bagaimana kurang gizi itu. (Doktersehat.com)
Orangtua memang memberikan makanan yang sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna. Tetapi pada saat anak berada disekolah orangtua tidak dapat mengawasi makanan apa yang mereka konsumsi setiap harinya. Apakah higienis, memenuhi standar gizi dan kandungannya tidak berbahaya.
Sekolah menyediakan kantin yang menyajikan makanan untuk para siswanya. Beberapa sekolah dengan standar tertentu menyajikan makanan dengan pengawasan dan standar gizi yang telah ditetapkan. Sehingga para orang tua tidak khawatir akan konsumsi makanan yang diberikan pada anak saat disekolah.

1. Makanan dikantin sekolah yang sehat
Di Kota Tanjungpinang, sekolah-sekolah yang memiliki kantin menyajikan makanan yang hampir sama menunya. Anak-anak memilih sendiri menu apa yang mereka sukai dan inginkan. Mereka juga menyesuaikan dengan uang saku yang diberikan oleh orang tuanya. Tanpa menyadari apakah makanan yang mereka memiliki gizi yang seimbang atau tidak.
Umumnya sekolah menyajikan menu mie instan dengan cara memasak yang tidak sesuai dengan prosedur di kemasan mie, selain itu tidak ada ditambahkan sayuran atau lauk lain untuk tambahan gizi. Selain mie instan, juga tersedia gado-gado, soto dan pecal serta nasi goreng atau nasi putih yang dipasangkan dengan lauk pauk. Ada lauk pauk yang tersedia memenuhi standar asupan gizi, tetapi harga makanan tidak sepenuhnya terjangkau oleh siswa yang berasal dari keluarga dengan ekonomi rendah. Harga setiap menu makanan di sekolah berkisar dari Rp. 4.000,- hingga Rp. 10.000,-.
Pada usia Sekolah Dasar rata-rata anak diberikan uang saku Rp. 1.000 hingga Rp. 5.000,-, pada usia Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas uang saku yang diberikan diatas Rp. 5.000,- pada umumnya. Dengna uang saku tersebut, siswa hanya mampu mebeli jenis makanan yang terjangkau dengan uang sakunya, sebagian siswa malah memilih mengkonsumsi snack saja pada saat jam istirahat. Pola makan yang tidak sehat juga dipengaruhi oleh tingkat kepemilikan materi siswa dalam pertimbangan ekonomis.
Bagi anak-anak yang tidak berselera dengan jenis makanan yang disajikan oleh penjajah makanan dikantin mereka lebih memilih untuk membeli jajanan atau makanan ringan. Makanan ringan seperti yang kita ketahui banyak mengandung zat adiktif yang tidak baik bagi kesehatan.
Berikut adalah contoh table merk-merk beberapa makanan dan minuman sachet dengan bahan pengawet:
KZA
ID
NAMA PRODUK
JENIS MAKANAN
KANDUNGAN ZAT ADDITIVE
1
Chitato
Makanan Ringan
TBHQ,MSG, CaCO3, DG, DI, pewarna, NaB
2
Chitos
Makanan Ringan
DG, DI, CaCO3, FF, TBHQ, pewarna, NaB, MSG
3
Piattos
Makanan Ringan
KCl, AAS, pewarna, NaB, MSG
4
French Fries
Makanan Ringan
NaB, pewarna, Si, FF, AS, MSG
5
Potato Chips
Makanan Ringan
NB, FF, pewarna, AS, MSG
6
Potato Steak
Makanan Ringan
DG, DI, CaCO3, FF, TBHQ, MSG
7
Happy Tos
Makanan Ringan
KB, SB, pewarna, NaB, FF, MSG
8
Balls
Makanan Ringan
TBHQ, MSG, CaCO3, DG, DI, pewarna, NaB, Si
9
Taro
Makanan Ringan
NB, FF, AS, CaCO3, KB, NaB, DG, DI, MSG
10
Double Dekker
Makanan Ringan
TBHQ, MSG, CaCO3, DG, NaB, pewarna, AS
11
Jet Zet
Makanan Ringan
KB, SB, MSG, NaB, FF, TBHQ, pewarna, KCO3, NB
12
Twisko
Makanan Ringan
DG, DI, KCO3, FF, TBHQ, TBHQ, MSG
13
Mie Remes ABC
Makanan Ringan
MSG, KB, SB, NaB, FF, pewarna, NB, Aas
14
Indomie Goreng
Makanan Siap Saji
Fe, PK, P, pewarna, AF, MSG, KB, SB, Aas, NB
15
Selera Rakyat
Makanan Siap Saji
MSg, NaK, NaB, KCO3, G, pewarna, KB
94
Oreo
Biskuit
Ab,NaB,NB
95
Ritz
Biskuit
Am,Pr,MNG,Kf
96
Tropicool
Jelly
NB,AS,Kr,Pc,pewarna
97
Okky
Jelly
I,Ks,Pe,pewarna
Makanan ringan merupakan makanan selingan atau camilan. Makanan ini dikonsumsi disela-sela waktu dan bukan merupakan makanan pokok yang harus kita makan setiap hari secara teratur.
Tingkat ekonomi juga mempengaruhi asupan gizi anak. Orangtua yang berpenghasilan dibawah rata-rata tidak mampu menyediakan makanan yang bernutrisi setiap saat ditambah dengan makanan yang tersedia dikantin juga kekurangan nutrisi.
            Masa depan Negara ini tergantung dari generasi muda. Berkualitas tidak hanya ditunjang dengan pendidikan formal, tapi juga mutu otak yang baik, sehingga diperlukan nutrisi yang baik. Guna memerangi permasalahan malnutrisi anak Indonesia, memperbaiki status gizi anak usia sekolah dalam membantu meningkatkan proses tumbuh kembang, tingkat kehadiran sekolah, prestasi anak, serta meningkatkan kesadaran perilaku yang berhubungan dengan gizi.
           

 Pembahasan


            Dibawah ini merupakan daftar makanan untuk otak dan bermanfaat untuk kebugaran mental mereka, yang dapat meningkatkan kekuatan anak:
·         Makanan yang mengandung vitamin C. Makanan seperti jeruk dan yang tinggi vitamin c, mampu meningkatkan memori dan kinerja.
·         Telur mengandung vitamin untuk meningkatkan daya ingat yang disebut kolin.
  • Ikan (Setidaknya dua kali seminggu). Ikan mengandung lemak yang penting untuk perkembangan otak
  • Buah-buahan dan Sayuran Hijau, oranye, kuning, dan ungu. Kaya antioksidan yang dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan, serta potasium, yang membantu mencegah kelelahan mental.
  • Daging (Sapi dan Unggas), makanan ini mengandung zat besi yang tinggi, kekurangan zat besi mengganggu belajar dan daya ingat.
  • Sereal kaya zat besi, makanan ini sangat baik, sumber karbohidrat yang dibutuhkan untuk performa mental tajam.

2. Sayuran juga sumber nutrisi makanan yang sehat

Nutrisi yang tercukupi menegmbangkan prestasi anak, tetaapi kebanyakan orangtua tidak menyadari itu. Kebanyakan berpikir gizi hanya didapat pada lauk-pauk yang memiliki kualitas dan kuantitas harga diatas rata-rata. Jenis daging dan jenis sayur-sayuran eksklusif, Daging sapi, ayam, sayur brokoli, bayam merah, asparagus, dan paprika adalah contoh sumber makanan sehat. Tetapi harga jualnya tidak ekonomis dan tidak semua kalangan masyarakat dapat mengkonsumsinya, selain itu juga tidak mungkin dijajakan oleh penjual makanan dikantin sekolah, karena ongkos makanan juga pasti akan lebih tinggi dan siswa tidak akan mau membeli.
            Sebenarnya banyak makanan yang berasal dari sayuran yang berharga ekonomis, makanan dengan bahan-bahan sayuran yang murah juga banyak mengadung nutrisi. Sayur-sayur tersebut antara lain bayam, kangkung, wortel, tauge, dan ketimun.
            Tidak menjadi masalah jika kantin tidak mampu menyediakan aneka sayur-mayur dan daging berkualitas karena pertimbanagn harga. Mereka dapat memilih sayuran dengan harga lumayan murah tetapi tetap banyak menagndung manfaat. Menu-menu makanan dengan variasi sayura yang dijual dikantin sekolah tidak akan membuat anak bosan untuk makan setiap hari.
Sebenarnya kejadian tersebut tidak perlu terjadi jika si penjual makanan jajanan mengetahui mengenai keamanan pangan yang akan dijajakan pada anak sekolah. Kita tahu bahwa anak sekolah adalah generasi – generasi penerus bangsa yang harus dilindung salah satunya adalah keamanan makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Disamping itu namanya juga manusia  yang dipenuhi dengan insting materi kewaspadaan orang tua mengawasi apa yang dimakan anaknya juga perlu.
Jenis – jinis makanan yang tidak diperbolehkan dan harus diawasi oleh para orang tua si anak penulis sebutkan sebagai berikut :
1.       Makanan yang mempunyai warna mencolok.
Berita keracunan yang terjadi beberapa waktu yang lalu penyebabnya adalah pada makanan yang mempunyai zat pewarna tekstil yang dilarang dalam Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan), efek jangka pendeknya Bisa menimbulkan Alergi gangguan pernafasan , pencernaan , syaraf juga merupakan penyebab dari keracunan makanan tersebut, biasanya ditandai dengan gejala mual dan muntah. Salah satu indicator dari makanan yang menggunakan zat pewarna adalah warnanya mencolok, harganya murah dan diminati sang anak.
2.       Makanan – makanan BerPengawet
Bakso, Mie Basah Tahu dan Tempe , adalah salah satu makana yang paling sering diawetkan, namun media pengawetannya sama seperti media pengawetan mayat. Yaitu formaldehid atau formalin. Efek nya bagi anak – anak sangatlah berbahaya, efek jangka panjangnya adalah Kangker.


3.       Makanan Yang mengandung Pemanis Berlebihan dan Penyedap Rasa
Si Buah hati memang gemar sekali dengan makanan yang rasanya manis, sebaiknya jika si anak mau beritahukan, coba cegah untuk mengkonsumsi makanan – makana yang mengandung pemanis berlebihan. Makanan manis dapat merusak gigi sang anak. Selain itu penyedap rasa adalah zat karsinogenik penyebab kangker.
Kalau kita berbicara masa kecil, dan masa – masa dimana makanan yang sehat sangatlah sulit , karena anak kecil terkadang belum mengetahui serta mengontrol jenis makanan yang sehat untuk mereka, maka akan sangat sulit jadinya orang tua untuk mengawasi mana yang boleh dan tidak boleh. Namun hal tersebut masih bias kita cegah, minimal ada usaha daripada tidak sama sekali. Mencegah anak untuk tidak sembarangan jajan tidak secara langsung dengan mengawasinya terus untuk jajan, tapi para ibu dapat menggunakan alternative kedua , yaitu makanan bekal.
Ketika berbicara mengenai gizi kurang (undernutrition), perhatian terbesar akan ditujukan pada anak, terutama balita. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut, asupan kurang yang berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, akan memberikan dampak terhadap proses tumbuh kembang anak dengan segala akibatnya di kemudian hari. Tidak hanya pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan mentalnya. Satu hal yang akan berdampak pada produktivitas suatu bangsa.
Selain masalah kekurangan nutrisi pada makanan yang dijajakan dikantin sekolah, juga proses pengolahan yang kurang higienis dan pemilihan lokasi kantin yang tidak strategis. Beberapa lokasi kantin di sekolah ada yang berdekatan dengan WC dan penjual makanan tidak memperhatikan kebersihan kantinnya.
Semua penjamah makanan harus selalu memelihara kebersihan perorangan dan terbiasa berperilaku hidup sehat selama bekerja. Untuk tujuan tersebut perlu dilakukan pembinaan yaitu kegiatan yang meliputi perencanaan dan penilaian, pembimbingan dalam pengendalian terhadap segala usaha secara berhasil guna dan berdaya guna terhadap pengolahan makanan dan tenaga penjamah makanan.
Dalam makanan dan minuman merupakan indikator terjadinya kontaminasi akibat penanganan makanan dan minuman yang kurang baik Minimnya pengetahuan para penjaja makanan mengenai cara mengelola makanan dan minuman yang sehat dan aman, menambah besar resiko kontaminasi makanan dan minuman yang dijajakannya. Makanan, termasuk ketoprak dan gado-gado dan makanan lainnya kemungkinan terkontaminasi E. coli dapat menimbulkan penyakit yang pada gilirannya dapat mengganggu proses belajar mengajar.
            Bagaimana mewujudkan kantin yang sehat di sekolah? tentu saja kebijakan sekolah berperanan penting disini karena itu adalah wewenang sekolah. Orang tua murid semestinya juga dilibatkan sebagai “konsumen” dan perlunya dibentuk badan pengawas kantin atau sering disebut dengan Food Committee dimana para konsumer akan memberikan penilaian-penilaian mereka ke badan tersebut dan sebagai jembatan komunikasi kepada si pengelola kantin (entah milik kepala sekolah, yayasan ataupun kontraktor) .
            Tetapi kebanyakan orangtua tidak memperdulikan masalah pentingnya pengawasan terhadap makanan yang disajikan di sekolah karena mereka memiliki focus perhatian terhadap masalah-masalah lain yang lebih penting daripada mengawasi hal tersebut.
Jalan terbaik mungkin adalah memberikan bekal makanan jadi ke anak-anak walau tentu saja tidak selalu berarti lebih sehat tetapi paling tidak orang tua dapat mengontrol asupan anak, tetapi tidak dapat diberlakukan pada semua anak. Orangtua tidak mungkin meaksakan anaknya yang bersekolah dibangku sekolah menegah untuk lebih membawa bekal dari rumah ketimbang makan dikantin. Mereka mungkin akan merasa repot jika harus membawa bekal dan menyiapkannya setiap hari.

Kesimpulan

            Makanan sehat penting bagi pertumbuhan anak. Nutrisi yang tercukupi terdapat dalam makanan yang anak-anak konsumsi dan menunjang prestasi belajar anak disekolah.
Anak-anak memerlukan nutrisi untuk tumbuh kembang dan dalam proses mencerna ilmupengetahuan disekolah. Anak yang kekurangan gizi dan nutrisi menaglami gangguan pertumbuhan dan renta terhadap penyakit.
            Orangtua tidak sepenuhnya menyadari bahwa nutrisi sangat penting ada dalam makanan anak. Tetapi orangtua tidak banyak berperan aktif dalam pengawasan makanan yang dijual dikantin sekolah. Tidak ada perkumpulan dari para orangtua murid untuk mengawasi makanan yang layak untuk dijajakan dikantin sekolah.
            Makanan yang tersedia dikantin sekolah tidak sepenuhnya mengandung gizi seimbang. Beberapa jenis makanan dibua mempertimbangkan uang saku yang diberikan kepada siswa. Tetapi tidak emperhatikan apakah makanan layak dikonsumsi atau tidak. Penyajian makanan yang tidak memeprhatikan kebersihan serta makanan dengan bahan-bahan adiktif memicu penyakit berbahaya pada anak.
            Masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Tanjungpinang memiliki pola makan yang tidak sesuai dengan asupan gizi yang seimbang. Ini dikarenakan factor ekonomi menjadi latar belakang dalam kualitas pemenuhan kebutuhan pangan mereka.
  

Penyelesaian Masalah dan Saran

            Adapun penulis merangkum beberapa sumber masalah kurangnya nutrisi pada makanan yang ada dikantin sekolah, maka memberikan beberapa alternative penyelesaian masalah, yaitu:
1.      Sekolah menetapkan standar penyajian makanan dan minuman untuk siswa dikantin sekolahnya
Pihak sekolah dapat bekerjasama dengan dinas kesehatan untuk memprogramkan kantin sehat dan melakukan penyeleksian terhadap penjajah makanan dikantin sekolah. Pengawasan orangtua terhadap konsumsi makanan anaknya disekolah juga dapat membantu dalam menangani masalah makanan yang kurang kandungan gizi yang disajikan disekolah.
Dapat dibuat perlombaan kantin sehat diseluruh sekolah di Kota Tanjungpinang dengan melibatkan sekolah dan penjajah makanan. Hal ini tentunya melibatkan bantuan dana dari pihak-pihak yang terkait.

2.      Kantin menjual makanan dengan menu sehat tetapi harganya terjangkau oleh uang saku siswa
Menu makanan sehat tidak harus berisi daghing sapi atau daging ayam. Sayuran seperti bayam, kacang panjang dan wortel serta ketimun harganya terjangkau. Sayuran ini dapat dikraesikan menjadi aneka masakan lezat yang pasti disukai siswa.
Kreasi menu setiap hari tidak akan membuat siswa bosan untuk makan dikantin sekolahnya. Selain itu juga harga makanan dapat terjangkau oleh seluruh siswa sehingga semua siswa mendapat asupan gizi seimbang tanpa harus mempertimbangkan uang saku yang akan dihabiskan.

3. Bakso, makanan yang sering dijajakan dikantin sekolah

3.      Siswa tidak dibiasakan diberi uang saku berlebihan oleh orangtua
Bila anak gemar membeli jajanan atau makan dikantin sekolah sebaiknya orangtua tidak terlalu banyak memberikan uang saku kepada anak mereka. Anak yang mendapat uang saku berlebih cenderung lebih konsumtif dan sembarangan dalam memilih jajanan disekolah, mereka dapat leluasa membeli aneka makanan. Selain itu apabila anak diberikan uang saku yang berlebihan anak akan menjadi tidak focus terhadap pelajaran dan lebih emmentingkan untuk menghabiskan uang jajannya dikantin.


4.      Orangtua mulai membiasakan untuk membawakan bekal kepada anaknya dari menu makanan sehat yang dibuat dirumah agar terjamin higienis dan sehat.
Memang tidak semua anak dapat dibawakan bekal dari rumah. Orangtua tidak mungkin menyuruh anaknya yang sudah besar untuk emnenteng bekal keekolah setiap hari. Mereka pasti lebih memilih yang fleksibel dengan makan dikantin sekolah dengan makanan yang telah disediakan.

4. Bekal makanan sehat dari rumah


Daftar Pustaka



You Might Also Like

0 komentar: